.: Dee Personal Blog :.

Subtitle

Blog

Trick VPN gratis menggunakan Kepard dan OpenVPN

Posted on May 29, 2014 at 4:50 AM

Apa kabar pembaca setia blog ini? Mudah-mudahan sehat selalu ya, sudah lama juga penulis tidak mengupdate konten dari blog ini dikarenakan kesibukan penulis di dunia nyata. Kali ini penulis ingin mensharing trick mendapatkan akses VPN gratis dari Kepard, sebelum penulis membahas lebih lanjut ada baiknya pembaca mengenal dahulu apa itu VPN?  

Jaringan komputer merupakan sekumpulan perangkat komputer yang terhubung secara fisik dan dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan protokol tertentu, dalam dunia Jaringan komputer pembaca pasti sering sekali mendengar istilah Virtual Private Network (VPN). VPN adalah sebuah saluran komunikasi khusus/privat (pribadi) yang efisien melalui jaringan publik seperti Internet. VPN beroperasi pada topologi yang berbeda dan lebih rumit dari jaringan Point-to-Point. Sebuah Virtual Private Network (VPN) berbasis Internet/Intranet menggunakan infrastruktur yang tersebar dan terbuka dari Internet untuk mentransmisikan data antara Nodes-nodes yang dikehendaki namun terpisah di ujung-ujung Internet/Intranet itu sendiri. Virtual Network berarti jaringan yang terjadi hanya bersifat Virtual (jaringan ini tidak ada secara fisik) sedangkan Private yaitu jaringan yang terbentuk bersifat privat (pribadi) sehingga hal ini memungkinkan komputer Client bertindak seolah-olah berada di jaringan LAN.

Koneksi VPN dapat diimplementasikan pada semua layer pada protokol OSI, sehingga penggunanya dapat membuat komunikasi VPN untuk apapun sesuai dengan keperluan. Dengan demikian, VPN juga dapat dikategorikan sebagai infrastruktur WAN alternatif untuk mendapatkan koneksi Point-to-Point pribadi antara Client dengan Server dan sebaliknya tanpa perlu media Leased Line atau Frame Relay. Jika menggunakan VPN, pembaca seolah-olah membuat jaringan di dalam jaringan atau biasa disebut Tunnel. VPN menggunakan salah satu dari tiga teknologi Tunneling yang ada yaitu : PPTP, L2TP, SOCKS dan IPSEC (Internet Protocol Security), protokol-protokol tersebut membantu cara kerja VPN untuk memproses otentikasi. Singkatnya VPN merupakan perpaduan antara teknologi Tunneling dan enkripsi.

VPN secara pengadaannya terbagi 2, yaitu :
Voluntary Tunnel, yaitu Tunnel VPN yang dibuat secara sukarela oleh pengguna yang membutuhkan sambungan VPN antar titik pada jaringan komputernya.
Compulsory Tunnel, yaitu Tunnel VPN yang secara khusus/transparan oleh ISP bagi pelanggan layanan VPN-nya.

VPN secara bentuk sambungannya terbagi 3, yaitu :
Host-to-Host VPN, yaitu hubungan VPN secara langsung antar perangkat komputer.
Site-to-Site VPN, yaitu hubungan VPN dilakukan antar Router dari beberapa LAN.
Host-to-Site VPN, yaitu hubungan VPN yang dilakukan oleh sebuah perangkat komputer kedalam sebuah jaringan LAN.

VPN secara pengamanannya terbagi 2, yaitu :
Security VPN, yaitu metode sambungan VPN yang menerapkan beberapa hal terkait pengamanan komunikasi data - seperti enkripsi dan sebagainya. Contohnya : Point-to-Point Tunneling Protocol (PPTP), IP Security (IPSec), Layer 2 Tunneling Protocol (L2TP), Secure Socket Layer (SSL) dan sebagainya.
IP VPN, yaitu metode sambungan VPN yang dilakukan oleh ISP melalui media IP secara keseluruhan di dalam jaringan internalnya. Contoh IP VPN adalah mekanisme Multi Protocol Label Switching (MPLS) dan Virtual Private LAN Service (VPLS) dan seterusnya.

Cara kerja VPN (dengan protokol PPTP) umumnya adalah sebagai berikut :
VPN membutuhkan sebuah Server yang berfungsi sebagai penghubung antar perangkat komputer, Server VPN ini bisa berupa komputer dengan aplikasi VPN Server atau sebuah Router. Untuk memulai sebuah koneksi, komputer dengan aplikasi VPN Client dan VPN Adapter mengontak Server VPN, VPN Server kemudian mengauthentifikasi Username dan Password dan apabila berhasil maka VPN Server memberikan IP Address baru pada komputer Client dan selanjutnya sebuah koneksi (Tunnel) akan terbentuk. Asumsikan Client ingin membuka Website http://www.google.com. Request ini sebelum dikirimkan ke VPN server terlebih dahulu akan dienkripsi oleh VPN Client dengan menggunakan mekanisme tertentu sehingga Request datanya akan berisi sekumpulan kode-kode tak terbaca. Setelah sampai ke Server VPN oleh Server data ini didekripsikan dengan mekanisme yang sama, karena sebelumnya telah dikonfigurasi antara si Server dengan si Client maka Server akan memiliki algoritma yang sama untuk membaca sebuah enkripsi. Begitu juga sebaliknya dari Server ke Client. Selanjutnya komputer Client bisa digunakan untuk mengakses berbagai Sumberdaya misalnya melakukan Remote Desktop dan lain sebagainya. Agar lebih jelasnya, perhatikan skema di bawah ini :

Internet <--> VPN Server <—-> VPN Client <—-> Client

Apabila digunakan untuk menghubungkan 2 komputer secara privat (pribadi) dengan jaringan Internet maka skemanya akan seperti di bawah ini :

Perangkat A <—-> VPN Clinet <-—> Internet <-—> VPN Server <-—> VPN Client <—-> Perangkat B

Semua koneksi diatur oleh VPN Server sehingga dibutuhkan kemampuan VPN Server (dalam hal ini Bandwidth) yang memadai agar koneksinya bisa lancar.

Apakah Koneksi menggunakan VPN itu lebih cepat?
Hal ini bergantung dari koneksi antara Client dengan VPN Server, karena proses data dilakukan dari VPN Server secara otomatis maka semua data yang masuk ke perangkat Client dari jaringan Internet akan diproses terlebih dahulu ke VPN Server. Dengan kata lain apabila koneksi Client ke VPN Server bagus, maka koneksi juga akan menjadi lebih cepat. Umumnya yang terjadi adalah penurunan kecepatan menjadi sedikit lebih lambat karena harus melewati 2 jalur terlebih dahulu temasuk proses enkripsi. Akan tetapi VPN ini bisa digunakan untuk mempercepat koneksi luar (internasional), bagaimana caranya?

Asumsikan pembaca (Client) memiliki koneksi lokal (IIX) sebesar 1 Mbps dan koneksi ke luar 384 Kbps, pembaca bisa menggunakan VPN agar koneksi internasional menjadi sama dengan koneksi lokal 1 Mbps yaitu dengan cara menggunakan VPN Lokal yang diroute ke VPN Luar, sehingga skemanya akan seperti di bawah ini :

Internet <—-> VPN Luar <—-> VPN lokal <-—> Client

Nah mengapa model jaringan ini bisa lebih cepat? Sebab akses ke jaringan luar yang dilakukan oleh VPN luar kemudian diteruskan oleh VPN lokal, nah pembaca mengakses ke jaringan lokal yang berarti kecepatan aksesnya sebesar 1 Mbps. Tentunya diperlukan VPN dengan Bandwidth besar agar koneksinya bisa lancar.

Apakah kelebihan VPN?
Teknologi VPN menyediakan tiga kelebihan utama untuk penggunanya yaitu :

1. Confidentiality (Kerahasiaan)
Teknologi VPN memiliki sistem kerja mengenkripsi semua data yang lewat melaluinya. Dengan adanya teknologi enkripsi ini, maka kerahasiaan penggunanya menjadi lebih terjaga. Biarpun ada pihak yang dapat menyadap data yang lalu-lalang, namun belum tentu mereka bisa membacanya dengan mudah karena memang sudah diacak. Dengan ada enkripsi dan dekripsi maka data yang melalui jaringan Internet ini tidak dapat diakses oleh orang lain bahkan oleh client lain yang terhubung ke Server VPN yang sama sekalipun. Karena kunci untuk membuka enkripsinya hanya diketahui oleh Server VPN dan Client yang terhubung. Enkripsi dan dekripsi menyebabkan data tidak dapat dimodifikasi dan dibaca sehingga keamananya terjamin. Untuk menjebol data, si pembajak data harus melalukan proses dekripsi tentunya untuk mencari algoritma yang tepat dimana membutuhkan waktu yang sangat lama sehingga biasa menggunakan Super Computer untuk menjebol dan tentunya tidak semua orang memiliki perangkat komputer dengan kemampuan super ini dan prosesnya rumit sehingga memakan waktu lama. Agen-agen FBI atau CIA biasanya memiliki perangkat komputer semacam ini untuk membaca data-data rahasia yang dikirim melaui VPN. Dengan konsep keamanan yang demikian maka jaringan VPN ini menawarkan kerahasiaan dan Untraceable, tidak dapat terdeteksi sehingga IP Address Client tidak akan diketahui karena yang digunakan adalah IP Publik milik VPN server.

2. Data Integrity (Keutuhan Data)
Ketika melewati jaringan Internet, alur data sebenarnya sudah berjalan sangat jauh melintasi berbagai negara. Di tengah perjalanan alur data apapun bisa terjadi terhadap isinya. Baik itu hilang, rusak, bahkan dimanipulasi isinya oleh orang-orang iseng. VPN memiliki teknologi yang dapat menjaga keutuhan data.

3. Origin Authentication (Autentikasi Sumber)
Teknologi VPN memiliki kemampuan untuk melakukan autentikasi terhadap sumber-sumber pengirim data yang akan diterimanya. VPN akan melakukan pemeriksaan terhadap semua data yang masuk dan mengambil informasi sumber datanya. Kemudian alamat sumber data ini akan disetujui jika proses autentikasinya berhasil. Dengan demikian, VPN menjamin semua data yang dikirim dan diterima oleh penggunanya berasal dari sumber yang semestinya. Tidak ada data yang dipalsukan atau dikirimkan oleh pihak-pihak lain.

Apakah kekurangan VPN?
Meskipun VPN memiliki kelebihan tersendiri bukan berarti tidak memiliki kekurangan dengan penyediaan akses kepada penggunanya secara global, faktor keamanan menjadi risiko tersendiri. Hal ini juga menempatkan informasi sensitif sehingga dapat diakses secara global. VPN membutuhkan perhatian ekstra untuk penetapan sistem keamanan yang jelas. Disamping itu koneksi Internet yang tidak bisa diprediksi, hal ini dapat dimaklumi karena pada dasarnya pengguna hanya "nebeng" koneksi pada jaringan pihak lain sehingga otomatis penggunanya tidak mempunyai kontrol terhadap jaringan tersebut.

Penulis rasa sudah cukup penjelasan mengenai VPN itu sendiri, penulis akan berlanjut membahas mengenai OpenVPN sesuai dengan judul tutorial ini. OpenVPN adalah sebuah aplikasi yang Open Source yang dapat digunakan sebagai Virtual Private Networking (VPN) Client. Aplikasi tersebut bisa pembaca gunakan untuk membuat koneksi Point-to-Point Tunnel yang terenkripsi. OpenVPN biasanya menggunakan Private Keys, Certificate, atau Username dan Password dalam prosesnya untuk melakukan sebuah authentikasi dalam membangun sebuah koneksi jaringan Internet. Biasanya VPN digunakan untuk membypass pemblokiran suatu akses Website, membantu Covering Tracks dalam melakukan tindakan Cyber Crime, dan lain-lain. Untuk mendapatkan VPN secara gratis, silahkan pembaca klik tautan berikut http://kep.md/cUyq.

Setelah pembaca mengklik tautan di atas, maka pembaca akan masuk ke halaman formulir registrasi. Silahkan pembaca mengisi formulir registrasi tersebut dengan data yang valid, isikan E-Mail milik pembaca yang aktif, isikan Password dan isikan pula konfirmasi Password. Setelah itu klik Create Account, agar lebih jelas silahkan pembaca perhatikan gambar di bawah ini :



Setelah Account berhasil dibuat, sekarang periksalah E-Mail pembaca (periksa pada bagian kotak masuk ataupun Spam). Carilah kiriman E-Mail dari Kepard.com, perhatikan isi E-Mail tersebut dan carilah bagian ini : Kepard VPN Application for Windows - http://www.kepard.com/download-kepard/. Agar lebih jelasnya, silahkan lihat pada gambar di bawah ini :



Buka/klik Link URL/tautan Kepard VPN Application for Windows yang ada pada E-Mail tersebut, maka pembaca akan dibawa ke halaman untuk mengunduh aplikasi Kepard seperti pada gambar berikut ini :



Silahkan pembaca Download aplikasi Kepard tersebut (Start Windows Download) dan tunggu hingga selesai. Setelah itu mulailah proses instalasi aplikasi Kepard seperti pada gambar di bawah ini :



Anggaplah direktori tempat instalasi Kepard berada di C:\Program Files\Kepard\, nah sekarang pembaca unduh File OpenVPN nya (OpenVPN 2.3.2.zip) di sini https://www.mediafire.com/?5mgkbvxrb2xp14a. Setelah itu bukalah File .zip tersebut dan installah File OpenVPN-install-2.3.2-I003-i686.exe.

Harap diperhatikan :
1. Untuk direktori instalasinya harus di set ke C:\Program Files\Kepard\OpenVPN\.
2. Pada saat menginstall OpenVPN harap centang semua opsi.

Agar lebih jelas, silahkan perhatikan gambar di bawah ini :



Setelah proses instalasi OpenVPN selesai, buka lagi File OpenVPN 2.3.2.zip dan jalankan OpenVPNConfigs.exe. Kemudian pilih Destination Foldernya C:\Program Files\Kepard\OpenVPN\config lalu klik Extract dan tunggu hingga proses selesai. Selanjutnya masuk ke C:\Program Files\Kepard\OpenVPN\bin dan jalankan OpenVPN-GUI.exe, maka akan ada icon komputer dengan bola dunia di tray. Klik kanan dan pilih USA_TCP_1 dan klik Connect. Maka nanti pembaca akan dimintai Username dan Password saat mendaftar di Kepard.com tadi, untuk Usernamenya menggunakan Email yang dipakai saat mendaftar Account Kepard dan untuk Passwordnya menggunakan Password yang sudah pembaca tetapkan saat mendaftar Account Kepard. Bila proses berhasil maka icon di tray akan berubah warna dari merah menjadi hijau, untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar di bawah ini :



Nah selanjutnya pembaca periksa IP Addressnya apakah sudah berubah atau belum?



Pembaca juga bisa memilih dan mengganti IP Address ke negara lain seperti : Canada, France, Germany, Netherlands, Sweden, Switzerland, United Kingdom. Pembaca tinggal memilihnya dari menu Tray (klik kanan pada icon OpenVPN) lalu pembaca pilih negara nya (pilihlah yang TCP), jika pembaca sudah memilih negara sebelumnya harap didisconnect terlebih dahulu untuk berpindah IP (negara). Kalau IP Addressnya sudah berubah, silahkan pembaca gunakan trick ini untuk membypass pemblokiran ataupun proses Download atau bisa juga untuk melakukan tindak Cyber Crime seperti Transaksi Online dengan Menggunakan Credit Card dari Carding, seperti pada gambar di bawah ini :


 

Sekian dari penulis, semoga bermanfaat :)

Categories: Tutorials, Tips & Tricks

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

You must be a member to comment on this page. Sign In or Register

0 Comments